cerpenku

Maret 30, 2010 aerinnahl

Cerita mini: karya Aerin Nahl
R&R,TERNYATA DIALAH SOSOK
MISTERIUS ITU…
Nampaknya siang ini matahari bersinar dengan teriknya, sekarang masih pukul 10.30 akan tetapi, sangat terasa panas matahari hingga kesum-sum tulang kami, yah… aku dan dia, seorang pemuda yang lumayan tampan yang juga sedang menunggu bus di halte dengan membawa ransel, yang sepertinya berisi sebuah laptop. Sebenarnya aku sudah mengetahui siapa dia, umurnya 3 tahun diatasku dan dia kebetulah kuliah disalah satu perguruan tinggi di kota ini, kerena kebetulan rumah kami bersebelahan dengan kata lain dia itu tetanggaku, ibuku sering kerumahnya begitu juga dengan ibunya, jadi aku sedikit tahu tentang dirinya. Tapi entah dengan dirinya , kami tidak begitu akrab. Setiap kami berpapasan seakan-akan kami tidak saling kenal, saling tegur sapa pun tidak pernah apalagi ngobrol bareng, hanya di halte ini kami biasa bertemu dengan penuh kebisuan dan dikepalaku penuh dengan tanda tanya karena menurutku tingkahnya sangat aneh, seolah-olah tak ada aku disini.
Pukul 11.15. Akhirnya tiba juga ditepat les. Hari ini adalah hari minggu, tapi bagiku sama dengan hari-hari biasanya. Akan tetapi konon katanya, bagi remaja saat ini hari Minggu adalah hari kebebasan,spesial dan hari yang paling menyenangkan diantara hari-hari yang lain, hari ke salon bagi anak perempuan dan hari basket bagi anak laki-laki dan ada banyak lagi aktivitas lain yang dapat dilakukan dihari minggu ini, namun bagiku hari ini sama denga hari-hari biasanya karena aku tetap belajar dan belajar. Mengikuti bimbingan belajar atau biasa disingkat bimbel sudah menjadi rutinitasku diakhir pekan. Jadi sama saja dengan hari-hari yang lain tak ada waktu untuk main-main apalagi buang-buang waktu di tempat-tempat yang nggak penting dan bagiku hanya ada tiga hari dalam sepekan. Hari ini, hari kemarin dan hari esok jika masih diberi kesempatan hidup oleh Sang Maha Pencipta.
Setibanya aku dirumah, kutemukan rumahku dalam keadaan lagi-lagi sepi, Ayahku sudah seminggu ini berada diluar kota kerena proyek baru yang harus ia selesaikan sedangkan ibuku pasti sedang ngerumpi di rumah Bu santi tetangga sebelah, atau beliau lagi belanja di supermarket, ini kan hari minggu. Saat ini hanya detakan jarum jam yang aku dengar dan rasakan. Tek…tek….tek… begitulah suara jam dinding yang sengaja dipasang di ruang keluarga.Sekarang pukul 16.50 WITA segera kulangkahkan kakiku menuju anak tangga yang tadinya sempat terhenti diruang tengah.
Dikamar bercat warna hijau daun inilah aku sering menghabiskan waktuku untuk belajar dan kadang online, kemudian catting dengan teman-temanku di dunia maya. Teman cattingku hanya ada beberapa orang, tapi akhir-aklhir ini ada yang aneh, seseorang yang misterius telah mengundangku menjadi temannya. Mengapa aku mengatakan dia itu misterius?, karena sampai saat ini aku belum tau siapa dia yang sebenarnya. Dia menggunakan nama dengan dua huruf saja R&R, aku tidak tahu apa arti dan kepanjangan dari kedua huruf tersebut. R&R???, hah… siapa yah?, membuatku bingung saja.
Sedangkan namaku sendiri diawali dengan huruf R, lengkapnya RIRIN DWI ARIYANI. Aku anak kedua dari dua bersaudara alias aku si anak bungsu. Abangku, yang biasa aku panggil Mas Roni telah lama pergi dari kota ini, demi menempuh pendidikan S1-nya di negeri Sakura, hampir 3 tahun kami tidak bertemu. Tapi, untunglah ada jaringan internet sehingga kami tak perna lepas kontak untuk terus saling mengabari via e-mail maupun handphone. Tapi, siapkah R&R itu?. Apakah mungkin Mas Roni?tapi, tidak ahh…. Dari gaya bahasanya saja sudah sangat beda. R&R itu pasti bukanlah Mas Roniku yang sangat jujur, tegas dan kalem itu.
Setelah selesai mandi dan mengenakan baju piyama bermotif kembang, kurebahkan tubuhku diatas kasur yang lumayan empuk ini, kemudian membuka laptop yang sengaja aku simpan diatas kasurku tadi. Tiba-tiba muncul sebuah pesan singkat di massengerku.
From R&R….
“ Hai… apa kabar???”. Begitu isinya. Kemudian aku pun membalasnya dengan secepat kilat.
“lumyan………”. Jawabku singkat. Kemudian muncul lagi pesan darinya.
“oh gtu…..”. jawabnya juga dengan sangat singkat. Dan bahkan sangat singkat. Kemudian dia offline.
Hanya sekilas, begitulah cara yang sering dia gunakan untuk menyapaku. Dan membuatku semakin bingung dan semakin penasaran.
“ Kira-kira siapa yah, dia???”. Ucapku dengan sangat penasaran.
Hari ini lumayan cerah, burung-burung berkicau dengan merdunya. Setelah semalam bermimpi bertemu dengan seorang pangeran yang wajahnya tak asing lagi bagiku.
“ who is he…….?”. sahutku dengan nada yang lambat.
“ my dream came true…. Oh no, Jangan bermimpi Rin….!”, sahutku sambil berteriak.
Sekarang pukul 06.33, waktunya mandi kemudian sarapan. Ibuku tercinta telah menyediakan roti plus susu sapi segar diatas meja makan beserta bekal makan siang yang akan kubawa kesekolah,seperti biasa tak lengkap rasanya isi tasku tanpa bekal buatan ibuku didalamnya, dari TK hingga duduk dibangku kelas tiga SMA saat ini.
Setelah berjalan beberapa meter, akhirnya aku tiba juga di halte bis. Tiba-tiba hujan gerimis, tapi untunglah halte bus ini ada atap plus tempat duduknya.
Tampak seorang pria berlari kearahku. Yah…. Tak lain dan tak bukan, pasti dia itu tetanggaku yang sering aku jumpai di halte bus ini. Nampaknya pakaiannya telah basa diguyur hujan, begitu juga dengan sekumpulan kertas yang ia pegang. Tiba-tiba kertasnya tercecer kemana-mana. Satu kertas melayang kearahku diterbangkan angin, dan tak sengaja aku melihat sekilas alamat e-mail yang tertera diujung kertas ukuran A4 itu, R&R_@gmail.com. What…….?. nafasku terasa sesak, setelah melihat apa yang tertulis dalam selembaran itu.
Aku baru sadar kalau namanya juga berawal dari huruf yang sama dengan namaku. R, Raffa….. yah…. Namanya Kak Raffa, Muhammad Raffa. Tidak salah lagi, dia pasti orang misterius itu, yang sering membuatku penasaran takkala catting dengannya.
“Oh my God…… what happen with me, im so seen silly…!”. Ucapku dalam hati, ingin marah plus ingin tertawa dengan membayangkan apa yang telah terjadi diantara kami melalui dunia maya. Ternyata aku catting dengan tetanggaku sendiri.
Dia menatapku, begitupun denganku. Menatapnya tanpa berkedip sedikitpun, tapi dia malah tersenyum. Senyuman itu tak punya arti apapun bagiku, walaupun itu adalah senyuman pertamanya untukku dan sepertinya Kak Raffa malu, malu atas apa yang telah terjadi hari ini. Yang membuatku tak habis pikir, kenapa R&R tak berlaku jujur saja selama ini , kalau dia itu sesungguhnya adalah Kak Raffa. Kak Raffa yang hampir setiap hari bertemu denganku di Halte bus ini.
Biarlah kisah ini menjadi pengalaman asam manis untukku dan mungkin juga bagi Kak Raffa, yang ternyata penggemar rahasiaku. R&R artinya, Raffa dan Ririn. Ternyata dia punya perasaan spesial padaku. Dia sudah menjelaskan maksudnya lewat e-mail tadi, dan sebenarnya aku juga mencintai orang misterius itu . Dialah orangnya, Kak Raffa seorang pemuda yang membuat jantungku berdetak secara tidak normal saat bertemu dengannya di halte bus dekat rumahku yang hampir tiap hari.

Entry Filed under: Uncategorized and tagged:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
 
%d blogger menyukai ini: