cerpen 2

Maret 30, 2010 aerinnahl

Nisa   me!

Annisa IS My BestFriend

Musim hujan telah tiba, saat dimana paling kunanti setelah kemarau panjang  yang hampir menggersangkan semua daratan di kota ini bahkan seluruh permukaan bumi, dan yang pastinya akan menbakar kulitku setiap kali berangkat kuliah dengan menggayuh sepeda sekitar 1,5 km untuk tiba dikampus  dengan selamat,tapi untungkah aku sudah berjilbab sehingga rasa panas itu sudah terasa berkurang. Sebenarnya aku tak ingin mengeluh dengan perubahan iklim saat ini, tapi mau diapalagi!..Toh akhir-akhir ini bumi memang semakin panas dan membuatku ingin berteriak sekencang mungkin dari puncak gunung tertinggi di negeri ini, “ Astagfirullah…..”, ada apa denganmu Rin?, bukankah ada tempat yang lebih panas lagi, NERAKA!!!. “Ah, aku tak ingin mengeluh lagi dan harus bersabar dan lebih sabar agar Allah lebih menyayangiku dan melindungiku”, kata ustadzah Aminah kan begitu, iya nggak sih…he..he..he.. jadi nyeramahin diri sendiri nih!.

Pagi ini tepat pukul 07.00, masih tercium aroma tanah yang baru saja dibasahi oleh derasnya hujan yang turun sejak dini hari tadi, kulangkahkan kakiku menuju tempat dimana akan membuatku lebih rileks dan jauh dari kebisingan, duduk- duduk dipinggir danau kampus sambil baca buku filsafat adalah kebiasaanku saat libur kuliah seperti sekarang ini, hari sabtu dan minggu “ Ah, kayak judul lagu aja, sabtu… minggu…, aduh siapa yah nama penyayinya ,kok mendadak aku lupa yah? …. Lupa-lupa ingat eh,malah nyasar ke-lirik lagunya band yang sedang naik daun( KUBURAN BAND), kayak ulat aja pake naik daun segala..he..he..he…”.

Dan tiba-tiba muncul-lah sahabat karibku dari kejauhan, dengan gamis ungu yang ia kenakan plus jilbab merah jambu. Yah… Annisa, dari namanya saja sudah diketahui kalau dia adalah  muslimah karena namanya ada didalam al-Quran surah an-Nisa(surah ke-4). Dia seorang jilbaber yang menurutku taat pada ajaran agama,berahlak baik, memiliki paras yang cantik dan yang membuatku bangga menjadi sahabatnya adalah ternyata dia seorang hafidzah (penghapal al-Quran), wanita seperti ini harus dijaga dan dilestarikan maksudku diperbanyak. Subhanallah….sungguh sempurna ia dimataku untuk ukuran wanita di jaman yang edan seperti sekarang ini ,dimana banyak wanita muslim yang mempertontonkan auratnya untuk dinikmati para lelaki, naudzubillah……! Ihh….Jadi ilfel deh kalau ngeliat wanita muslim yang seperti itu, untung aku juga sudah berjilbab setelah rajin ikut pengajian yang nama bekennya “tarbiyah”, dan berkat  Annisa yang  telah menyadarkanku dan selalu mendukungku untuk melakukan metamorphosis ,menjadi wanita islam yang sebenarnya(menutup aurat bagi kaum hawa yang sudah baligh).

Annisa tersenyum  sambil melambaikan tangan kanannya kearahku dan tangan kirinya membawa sebuah rantang. ‘’ Hah….? RANTANG?, ngapain dia bawa rantang yah… jangan-jangan mau piknik dipinggir danau lagi…!?,seperti pekan lalu dan pekan-pekan sebelumnya.

“ Assalamu’alykum ya ukhtie…” sapanya dengan senyum diwajahnya yang cantik plus lesung pipinya yang menawan, membuat siapa saja yang melihatnya pasti terpana khususnya bagi kaum Adam.

“ waalaykum’salam ya ukhtiefillah….” Balasku dengan senyuman pula.

Ternyata benar dugaanku, sahabatku yang satu ini lagi-lagi mau makan di tempat umum alias piknik di Gazebo dekat danau, yang sudah menjadi tempat favorit kami berdua. Ah…. Sudahlah, asalkan dia happy aku juga ikut senang. Kuambil rantang yang ia bawa kemudiah kubuka dan ternyata isinya adalah sandwich ala Annisa lengkap dengan sayuran, makanan cepat saji andalannya. Walaupun, sebenarnya aku telah bosan dengan makanan vegetarian yang satu ini ,tapi aku tetap memakannya karena kebetulan tadi aku belum sarapan dan perutku memang lagi keroncongan minta diisi makanan. Annisa tersenyum melihat aku makan dengan lahapnya.

“ Ayo makan lagi Rin, kalau perlu diabisin yah?”, katanya sambil tersenyum.

Aku hanya terdiam, karena roti telah memenuhi rongga-rongga mulutku, sehingga sulit bagiku untuk bicara dan aku hanya tersenyum bahagia. “ Ternyata Nisa memang perhatian pada temannya yang satu ini”,kataku dalam hati. Kemudian, ia menyodorkan air minum  untukku. “ Tau aja dia kalau saya memang lagi pengen minum”.

Syukran ya ukhti…..”, kataku sembari tersenyum.

Sami-sami atuh neng……”, balasnya dengan bahasa khas Sunda-nya.

Setelah dua jam ngobrol sambil makan-makan ,kami pun sepakat untuk kembali kerumah masing-masing, eh… maksudku kembali ke pondokan masing-masing. Kami pun berpisah dengan berjabat tangan dan cipika cipiki ( cium pipi kanan, cium pipi kiri), agar tali persaudaraan  diantara kami semakin  erat dan saling berkasih sayang, sekaligus melaksanakan sunnah Rasulullah SAW yaitu silatuhrahmi walaupun sebenarnya hampir setiap hari kami bertemu baik itu dikampus maupun diluar kampus seperti sekarang ini.

. Menjadi muslim sejati sudah menjadi cita-cita kami semenjak kami berteman akrab 2 tahun silam hingga detik ini, insyaAllah. Dengan berusaha menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.  Semoga hubungan persaudaraan kami tetap terjalin hingga ajal menjemput, Amin…. Ya Rabb…… Terima kasih telah mengirimkan saya seorang teman yang baik dan telah menyelamatkan saya dari kejahiliyaan,walaupun sebenarnya Engkau-lah Penyelamat yang sebenarnya.

To be countuned…

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Maret 2010
S S R K J S M
    Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
 
%d blogger menyukai ini: